Jumat, 05 April 2013
MY GRANDMA IS MY HERO IN MY LIFE !
Hello everyone, I'm going to tell you about my personal experience, that I lost a grandmother who I loved.
My grandmother had breast cancer already 4years old, my grandmother was nowhere to get a healing treatment, and has tens of millions of costs incurred. Because breast cancer was my grandmother became myopic or blurred vision. He evidently did not get a look at those, but my grandmother who memorize the sound of people coming, already 4years my grandmother never saw the sun out of the house, was 4years also just lay in bed, sad to see my grandmother like that. Since I was born I was treated by my grandmother because my parents work, until today I still like to sleep with him. Sometimes a holiday on the day I visited my grandmother,
And when grandma coma, I had just arrived at school and not sit on the bench, but my father would call that grandma coma, I was immediately shocked and immediately picked up my father. My mind was everywhere, I could not do that until kehilangnya, I was his favorite grandchild grandchildren from 4 to another.
Dana was just arriving home grandmother, neighbor and sister grandmother came from Palembang is located next to them, looking up neneku continue, I give bread grandma could not chew, but I give water her could still swallow. from the waist till to grandma already cold and pale, my grandmother looked at me steadily, and while I guided sentences istigfar Quran and letter mail. and I said: "Grandma, grandma if it is not strong enough to withstand this all just unplug Grandma, everyone had forgiven grandmother, grandmothers do not have to think about anything, I really love grandma, never forget the memories I had always nek, sorry often make cry, angry, and shouting, all are sincere to grandma's departure "was the last thing I say to my grandmother, grandmother can hear but can not speak a word, and grandmother holding my hand tightly, as if she did not want to leave us all,
Half an hour later grandmother was called by God, because God is very dear to my grandmother, god does not want to make a grandmother suffering continues canal.
Everyone who was in the house screaming and crying jerky, because it does not believe this soon died, my grandmother died at age 65 years. Finally grandmother was immediately bathed and made beautiful by cleric mother, grandmother stunner when shrouded, and once everything is ready, performed the last rites are usually carried out by military personnel because my grandmother was the wife of retired generals that my grandfather, after the completion of all events, the new grandmother buried in the cemetery, I do not want to split it with my grandmother, I can only pray from here, and just b isa visiting funeral instead.
Grandmother goodbye, thank you for all you air force, sorry I made you hard, I will never forget you, my parents never told me that: you will never see again grandma, but grandma definitely see you here.
I'm saying the same grandma grandmother once.
Halo semuanya, aku akan bercerita tentang pengalaman pribadiku, yaitu aku kehilangan nenek yang aku cintai.
Nenek ku menderita kanker payudara sudah 4 yearsold lamanya, sudah kemanapun nenekku berobat untuk mendapatkan kesembuhan, dan sudah puluhan juta biaya yang dikeluarkan. Karena kanker payudara itu nenekku penglihatannya menjadi rabun atau kabur. Ia tidak dengan jelas melihat orang namun nenekku dapet menghafal suara siapa orang yang datang, sudah 4tahun nenekku tidak pernah melihat matahari keluar rumah, sudah 4tahun juga hanya berbaring di tempat tidur, sedih rasanya melihat nenekku seperti itu. Sejak aku lahir aku dirawat oleh nenekku karena orangtua ku kerja, hingga dewasa aku masih suka tidur bersamanya. Kadang dihari libur aku mengunjungi nenekku,
Dan disaat nenek koma, aku baru saja tiba di sekolah dan belum duduk di bangku, namun ayah ku menelfon bahwa nenek koma, aku pun langsung shock dan langsung dijemput ayahku. Pikiranku kemana-mana, aku tak sanggup kalau sampe kehilangnya, aku cucu kesayangannya dari ke 4 cucu yang lain.
Dana benar saja sampai dirumah nenek, tetangga dan adik nenek datang dari Palembang sudah berada disebelahnya, neneku melihat ke atas terus, aku suapi roti nenek tidak bisa mengunyah, tapi aku suapi air minum dia masih bisa menelan . dari ujung kaki sampe pinggang neneku sudah dingin dan pucat, nenekku memandangku terus, dan sambil aku tuntun kalimat kalimat istigfar dan surat surat alquran . dan aku bilang : “ nek, kalau memang nenek sudah tidak kuat untuk menahan ini semua lepaskan saja nek, semua orang sudah memaafkan nenek, nenek tidak usah memikirkan apa-apa, aku sayang banget sama nenek, jangan pernah lupakan kenangan ku sedari dulu nek, maaf sering membuat menangis, marah, dan berteriak, semua sudah ikhlas untuk kepergian nenek” itu kalimat terakhir yang aku ucapkan kepada nenekku, nenek dapat mendengar tapi tidak dapat berbicara sepatah kata pun, dan nenek memegang tanganku dengan erat, seolah dia tidak ingin pergi meninggalkan kita semua,
Setengah jam kemudian nenek pun dipanggil dengan allah, karena allah sangat sayang kepada nenek, allah tidak ingin membuat nenek menderita terus terusan.
Semua orang yang berada di dalam rumah sentak berteriak dan menangis, karena tidak percaya secepat ini meninggal, nenek meninggal umur 65 tahun. Akhirnya nenek pun segera dimandikan dan dibuat cantik oleh ibu ustadzah, cantik sekali nenek ketika dikafani, dan setelah semuanya siap, dilakukan upacara terakhir yang biasa dilakukan oleh personel militer karena nenekku adalah istri dari purnawirawan jendral yaitu kakekku, setelah selesai acara semua, baru nenekku dikebumikan di tempat pemakaman umum, tak ingin aku rasanya berpisah dengan nenekku, aku hanya bisa mendoakan dari sini, dan hanya b isa berkunjung ke pemakamannya saja.
Selamat jalan nenek, terimakasih atas semua tenaga yang kau ber, maaf telah membuatmu susah, tak akan pernah aku melupakanmu, orangtua ku pernah bilang bahwa: kamu tidak akan pernah melihat nenek lagi, tapi nenek pasti melihatmu disini.
Nek aku sayang sekali sama nenek .
Jumat, 11 Januari 2013
Ketulusan Tiara
KETULUSAN TIARA
Karya Novi Ratnasari
Disebuah panti asuhan di Ibu kota, ada seorang gadis cantik
bernama Tiara,,,
Sejak kecil dia harus di tinggal dipanti karena 17 tahun lalu diditelantarkan didepan pintu panti asuhan “Kasih Bunda” itu,,,
Tiara atau biasa disebut ara, adalah sosok gadis cantik dan manis, sikap dan prilakunya begitu baik, dia gadis yang ramah, sopan, lemah lembut, penyayang, Ara adalah sosok gadis yang ceria, meski dia tak mengetahui keberadaan orang tuanya dia tak pernah terlihat sedih dengan keadaannya,,,
Suatu ketika ada 1 keluarga yang ingin mengadopsi Ara, karena mereka merasa dekat dengan Ara,,,
“bunda, Ara pasti kangen sama bunda juga yang lainnya” ucap Ara saat berpamitan dengan Bundanya diPanti
“Ara, kita juga pasti kangen tapi Tuhan sudah menyiapkan rencana buat Ara” ucap bunda
“Arakan pernah bilang kalau Ara pengen punya keluarga” lanjut Bunda
“tapi Ara kan udah punya Bunda dan adik2 disini” ucap Ara sedih
“Ara kamu enggak boleh donk kayak gini, Ara yang bunda kenal dulu ceria dan enggak cengeng” ucap bunda
Sejak kecil dia harus di tinggal dipanti karena 17 tahun lalu diditelantarkan didepan pintu panti asuhan “Kasih Bunda” itu,,,
Tiara atau biasa disebut ara, adalah sosok gadis cantik dan manis, sikap dan prilakunya begitu baik, dia gadis yang ramah, sopan, lemah lembut, penyayang, Ara adalah sosok gadis yang ceria, meski dia tak mengetahui keberadaan orang tuanya dia tak pernah terlihat sedih dengan keadaannya,,,
Suatu ketika ada 1 keluarga yang ingin mengadopsi Ara, karena mereka merasa dekat dengan Ara,,,
“bunda, Ara pasti kangen sama bunda juga yang lainnya” ucap Ara saat berpamitan dengan Bundanya diPanti
“Ara, kita juga pasti kangen tapi Tuhan sudah menyiapkan rencana buat Ara” ucap bunda
“Arakan pernah bilang kalau Ara pengen punya keluarga” lanjut Bunda
“tapi Ara kan udah punya Bunda dan adik2 disini” ucap Ara sedih
“Ara kamu enggak boleh donk kayak gini, Ara yang bunda kenal dulu ceria dan enggak cengeng” ucap bunda
Setelah cukup, akhirnya Ara ikut dengan keluarga barunya ,
keluarga Bramantyo,,,
“ayo sayang masuk” ucap Ibu Bramantyo, Lusi
Tiara hanya tersenyum dan mengikuti langkah kedua orang tua barunya,,,
“Ara ini kamar kamu sayank” ucap bu Lusi yang menunjukan kamar untuk Tiara
“makasih bu” ucap Tiara masih canggung
“Ara kok panggil bu sih, kamu panggil kita papa sama mama” ucap pak bramantyo
“iya pa ma” ucap Tiara tersenyum
“ya udah Ara istirahat aja, nanti mama kenalkan sama saudara kamu ya” ucap bu Lusi
Tiara hanya mengangguk
Malam harinya semua tengah berkumpul dimeja makan, termasuk Tiara
“bi tolong panggilkan Mutia ya” ucap pak bramantyo
“baik tuan” ucap bibi
“Non, non Tia ditunggu ibu sama bapak dimeja makan” ucap bibi
“Iya bi, sebentar” teriak Mutia
Tak lama kemudian, seorang gadis dengan memakai baju yang tergolong sexy menuruni anak tangga dengan badan meliuk2 bak seorang model,,,
“malem ma pa” sapa Mutia mencium kedua pipi orang tuannya
“malam sayank” balas bu Lusi
“siapa dia? Kenapa dia duduk disini?” tanya mutia menatap tajam kearah Tiara
“kenalin sayank ini Tiara, disaudara baru kamu” ucap pak Bramantyo
“What? Gadis kampung ini jadi saudara Tia? Enggak salah” ucap Mutia mengejek
“Mutia jaga bicara kamu” seru pak bramantyo
“papa apa2an sih? Ngapain juga bawa gadis kampung kerumah kita” ucap Mutia sombong
“cukup Tia, dia sekarang jadi adik kamu jadi jaga bicara kamu” seru bu Lusi
“iuuhh, sorry pa gak level banget sih” ucap Mutia mengejek dan langsung pergi
“Mutia,,,Mutia” teriak pak bramantyo namun tak dihiraukan oleh Mutia
“pa ma, apa yang dikatakan kak mutia ada benarnya” ucap Tiara yang mendongakan wajahnya karena sebelumnya dia hanya menunduk
“ara hanya gadis kampung yang enggak pantas ada dirumah sebesar dan semewah ini” lanjut ara
“sayank kamu anak papa dan mama, jadi kamu pantas disini” ucap pak bramantyo mantap
***
Sudah hampir 1 bulan Tiara menyandang status anak keluarga Bramantyo..
Selama itu juga dia selalu mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari saudaranya Mutia,,,
Sikap mutia tak pernah berubah malah sikapnya terhadap Tiara semakin menjadi, meski sudah diperingatkan berkali2 oleh kedua orang tuannya tak pernah didengar oleh Mutia,,,
Seperti pagi ini, saat semua dimeja makan dan seperti biasa Mutia tak pernah mau dekat dengan Tiara,,,
“pa ma Tia berangkat dulu ya” pamit Mutia
“Tia sekalian kamu bareng sama Ara” seru pak Bramantyo
“Papa” ucap mutia protes
“udah jangan banyak protes, Ara kamu bareng tia saja kekampusnya” ucap pak bramantyo
“ara bisa berangkat sendiri kok pa, biar kak tia berangkat dulu aja” ucap Tiara manis
“bagus deh kalau loe nyadar, papa denger sendirikan dia bisa berangkat sendiri” ucap Mutia
“enggak, ara kamu bareng sama mutia” ucap pak bramantyo
“iihh ngeselin banget sih” gerutu Mutia
“ya udah yuk berangkat jangan lelet” ucap Mutia kesal
“pa ma ara berangkat ya” pamit tiara
“iya sayank, hati2” pesan bu Lusi
“udah deh ayo cepetan, lelet banget sih loe” teriak mutia dari dalam mobil
“ma’af kak” ucap ara
Saat baru beberapa menit mobil mutia berjalan tiba2 berhenti ditengah jalan,,,
“lho kok berhenti kak?” tanya Tiara heran
“gue kan sudah bilang kalau gue enggak mau bareng sama loe” ucap mutia menatap tajam ara
“so loe turun disini” bentak Mutia
Tanpa banyak jawab, akhirnya Tiara turun dari mobil Mutia,,,
Seperti itulah setiap hari yang dilakukan Mutia, berangkat dari rumah bareng pasti ujung2nya diturunkan ditengah jalan,,,
****
Suatu ketika disaat bu Lusi masuk kedalam kamar Tiara dia menemukan sebuah Liontin,,,
“Liontin ini” ucap bu Lusi tak percaya
“Papa,,, papa” teriak bu Lusi keluar dari kamar Tiara
“kenapa ma?” tanya pak Bramantyo menghampiri sang istri
“pa lihat liontin ini” ucap bu lusi memperlihatkan liontin yang ia temukan
“bukannya ini Liontin,,,,,” ucap pak bramantyo menggantungkan kata2nya
“iya pa ini Liontin Tiara anak kita yang hilang 18 tahun lalu” ucap bu Lusi
“jadi Tiara adalah Tiara kita?” tanya pak Bramantyo
Bu lusi hanya mengangguk
FLASH BACK,,,
Disuatu malam ditengah hujan yang begitu lebat, seorang wanita tengah memperjuangkan nyawa melahirkan anaknya,,,
“oek...oek...oek” suara meramaikan malam itu
“selamat bu, putri anda selamat” ucap seorang bidan sambil menggendong seorang bayi cantik
“kamu begitu cantik sayank” ucap bu Lusi
“namanya siapa putri kecil kita ini?” tanya seorang laki2 yng tak lain adalah pak bramantyo
“Tiara, Tiara Keyzha Bramantyo” ucap bu Lusi sambil mengalungkan sebuah liontin dileher sang bayi
Ditengah malam, disaat semua tengah terlelap dan disaat Bayi kecil Tiara tertidur disebuah Box baby,,, tiba2 seorang suster datang dan langsung membawanya lari,,,
Tiara kecil diletakan didepan pintu sebuah panti asuhan oleh suster tersebut,,,
Semenjak itulah Tiara harus terpisah dari keluarganya, hanya karena orang yang tak bertanggung jawab karena ingin menghancurkan kelurga Bramantyo,
Seorang suster yang menjadi suruhan salah satu saingan bisnis pak bramantyo...
***
“sayank kamu anak kandung papa dan mama” ucap bu Lusi memeluk Tiara
Saat itu pak bramantyo dan sang istri menemui tiara yang ada diruang tengah
“enggak,,, enggak mungkin” seru Mutia yang mendengar semuanya
“Tia, Ara ini adik kandung kamu yang telah hilang sayank” ucap pak Bramntyo
“enggak pa, tia enggak mau punya adik kayak dia” ucap Mutia
“ka kenapa kak tia begitu benci dengan Ara?” tanya Tiara yang mulai memberanikan dirinya
“kenapa? Loe masih tanya kenapa?” ucap Mutia marah
“loe tahu karena kehadiran loe dirumah ini papa sama mama lebih sayang sama loe” bentak Mutia
“Tia kamu ngomong apa sayank? Papa sama mama sayang sama kalian berdua” ucap bu Lusi
“kak ma’afin ara kalau emang Ara udah buat kak Tia kehilangan kasih sayang papa sama mama” ucap Ara yang akhirnya meneteskan Air matany
“halah enggak perlu deh loe nangis, gue udah benci sama loe” bentak Mutia
“Mutia cukup” bentak pak Bramantyo
“kenapa? Papa mau marah sama tia?” tanya mutia menangis
“papa sama mama berubah setelah kehadiran Tiara disini” ucap Mutia
“sayank papa sama mama enggak pernah berubah, kita tetep sayang sama Mutia” ucap bu Lusi
“papa sama mama lebih sayang Tiara dari pada Mutia” ucap Mutia dalam tangisnya
“Ka ma’afin Ara, Ara enggak bermaksud buat.....” ucap Tiara terpotong
“halah loe enggak usah sok baik didepan gue” bentak Mutia
“denger lo Tiara, sampai kapanpun gue akan benci sama loe” bentak Mutia menatap Tiara
“Mutia,,, (PLAAAK)” sbuah tamparan mendarat dipipi mulus Mutia
“papa” seru Bu Lusi
“seumur2 baru kali ini Tia ditampar oleh papa, hanya keran dia” ucap Mutia menunjuk Tiara
“Tiara adik kandung kamu Tia, apa kamu harus seperti itu” bentak pak Bramantyo
“Puas kamu Tiara? Puas kamu dibela mati2an sama papa” ucap Mutia tak terima
“kak” ucap Tiara sedih
“Cukup,,, aku bukan kaka kamu” bentak Mutia
“Mutia” seru pak bramantyo dan hendak menampar kembali Mutia
“apa pa? Papa mau nampar Tia lagi? Iya” teriak mutia
“Mutia benci sama kalian semua” ucap Mutia dan langsung berlari keluar
“mutia tunggu” teriak bu Lusi
“kak Tia” panggil Tiara mengejar Mutia
“aku benci papa, aku benci mama, aku benci kalian semua” ucap mutia sambil berlari
“kak tunggu” panggil Tiara yang masih mengejar Mutia diikuti oleh bu Lusi dan Pak Bramantyo
Saat mutia masih berlari dan menyebrang jalan, tiba2 ada sebuah mobil melintas dan,,,
“Kak Tia awaaaaassss” teriak Tiara
“aaaaaaaa” jerit Mutia dan langsung terlempar jauh
“Mutiiiaaa” teriak bu Lusi dan pak bramantyo
Tubuh mutia tergeletak dengan berlumuran darah
“kak bangun ka” ucap Tiara menangis
“sayank bangun” ucap bu Lusi
Mutia pun langsung dilarikan dirumah sakit,,,
Dengan cepat beberapa dokter dan suster menangani Mutia,,,
1jam,,,
2jam,,,
3jam,,,
4jam,,, dokter tak kunjung keluar, kedua orang tua Mutia dan juga Tiara dengan cemas menunggu didepan ruang UGD,,,
“ya Tuhan, selamatkan kak Mutia” ucap Tiara menangis
“sayank kamu yang kuat ya” ucap pak bramantyo menenangkan putri bungsunya
“pa ini salah Ara, coba Ara enggak hadir ditengah2 kalian” ucap Tiara
“sssstttt Ara anak papa, Ara enggak boleh ngomong kayak gitu” ucap pak Bramantyo
“tapi pa,,,,,” ucap Tiara terpotong
“Ara ini semua sudah kehendak Tuhan, ada hikmah dibalik musibah ini” ucap pak bramantyo
“iya sayank, Tuhan sudah menyediakan rencana yang terindah buat keluarga kita” sambung bu Lusi
Tak lama kemudian pintu UGD terbuka, seorang dokter keluarg dari UGD,,,
“dok gimana keadaan putri saya?” tanya pak bramantyo
“ma’af pak, akibat dari benturan yang dialami putri anda saat kecelakaan membuat putri anda harus BUTA” ucap dokter
“apa dok Buta” ucap Tiara tak percaya
“iya, akibat benturan yang dialaminya membuat kornea matanya rusak” jawab dokter
“dok tolong sembuhkan putri saya” ucap pak bramantyo
“ma’af pak, kebutaan putri anda bersifat permanent karena kornea matany rusak parah” jawab dokter
“apa tidak ada jalan lain dok?” tanya bu lusi
“belum kita ketehui bu, setelah putri anda sadar kita akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut” jelas dokter
***
“ma, pa, kok gelap” ucap Mutia saat ia tersadar
“sayank ini mama” ucap bu Lusi menangis
“ma lampunya nyalain donk, mutia enggak bisa lihat” ucap mutia ketakutan
“sayank disini terang banget, enggak gelap” ucap pak bramantyo
“tapi ini gelap pa, mutia enggak bisa lihat” seru mutia
Semua hanya terdiam sambil menangis melihat nasib mutia
“pa ma jangan bilang kalau mutia buta” tangis mutia
“sayank kamu akan sembuh” ucap bu Lusi
“enggak,,, mutia enggak mau buta pa ma” teriak mutia
Tiara yang sedari tadi diam melihat sang kaka histeris memutuskan untk keluar,,,
“Ya Tuhan, kenapa ini harus terjadi dengan kak Mutia” seru Tiara terduduk didepan pintu
“ampuni kesalahan kakak hamba, jangan biarkan dia menderita dalam kegelapan” tangis tiara
Hari ini telah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut atas kondisi mata Mutia,,,
“dok bagaimana keadaan anak saya? Dia masih bisa sembuhkan?” tanya pak bramantyo saat bertemu dengan dokter
“seperti yang pernah saya katakan dari pertama pak, kebutaan ini bersifat permanent karena kerusakan kornea mata putri anda” jelas dokter
“apa tidak ada jalan lain?” tanya oak bramantyo
“hanya ada 1 jalan pak untuk mengembalikan penglihatan putri anda” jawab dokter
“apa itu dok?” tanya pak bramantyo
“dengan operasi pencangkokan kornea mata” ucap dokter
“lakukan apapun dok untuk menyelamatkan putri saya” ucap pak bramantyo
“ini yang sulit pak, tidak sembarang kornea mata yang dapat didonorkan” ucap dokter
“terus?” tanya pak bramantyo
“kornea mata yang benar2 cocok pak, apalagi kerusakan yang dialami oleh putri anda begitu parah jadi sangat berbahaya jika kita sedikit saja salah memilih kornea mata” jelas dokter
Pak bramantyo kembali keruangan Mutia dan menjelaskan semuanya apa yang terjadi,
“pa tia enggak mau buta” tangis mutia
“iya sayank, papa janji papa akan berusaha untuk mencari donor mata buat kamu” ucap pak bramantyo
Tiara yang mendengarnya langsung keluar dan langsung menuju ruangan dokter yang menangani Mutia,,,
“dok, saya mau mendonorkan mata saya untuk kaka saya” ucap tiara saat bertemu dengan sang dokter
“dek, yang dapat mendonorkan kornea mata itu hanya orang2 yang sudah meninggal atau orang2 yang sudah dalam kondisi akhir” ucap dokter
“dok saya mohon, saya bersedia” ucap tiara kekeh
“ma’af kami enggak bisa, itu sangat berbahaya buat nyawa kamu” ucap tiara
“saya mohon dok, saya rela nyawa saya harus jadi taruhannya, asal kaka saya bisa melihat” ucap tiara
Setelah berdebat cukup lama, dengan berat hati dokter menuruti keinginan tiara,,,
“lebih baik kamu fikirkan kembali keputusan kamu” ucap dokter
“saya sudah yakin dok” ucap tiara mantap
“oke kapan kamu siapa melakukan pemeriksaan?” tanya dokter
“sekarang dok” ucap tiara
“begitu mulia hati gadis ini, dia rela nyawanya menjadi taruhan demi sang kakak” ucap dokter dalam hati
Akhirnya hari itu Tiara mengikuti serangkaian pemeriksaan, dan hasilnya positif,,,
Keesokan harinya operasipun dilakukan, kedua orang tua Mutia dan Tiara masih belum tahu kalau Tiaralah yang mendonorkan matanya,,,
“pa, Tiara kemana ya?” tanya bu lusi saat tengah berdiri didepan ruang operasi
“iya2 ma, papa belum lihat tiara” jawab pak bramantyo
Merekapun dibuat cemas dua kali lipat,,,
Setelah beberapa jam operasi akhirnya selesai,,,
Mutia langsung dipindahkan keruang VVIP untuk pemulihan,
“pak bu ada yang mau saya bicarakan” ucap dokter saat didalam ruangan VVIP
“ada apa dok?” tanya pak bramantyo
“bisakah anda berdua ikut saya?” ucap dokter
Akhirnya Pak Bramantyo dan bu Lusi mengikuti langkah sang dokter,,,
“mau apa dok kita kesini?” tanya pak bramantyo saat mereka berhenti didepan ruang mayat
“mari pak masuk” ajak dokter
Dengan rasa bingung dan penasaran akhirnya mereka masuk kedalam,,,
“ini siapa dok?” tanya bu Lusi saat dokter berhenti didepan sebuah mayat tertutup kain putih
Dokter perlahan membuka kain tersebut dan betapa terkejutnya pak bramantyo dan bu Lusi saat melihat mayat tersebut adalah putri bungsungnya Tiara,,,
“Tiaraa” teriak bu Lusi
“tiara bangun sayang, jangan tinggalin mama” ucap bu Lusi histeris
“dok apa yang sebenarnya terjadi?” tanya pak bramantyo
“kenapa putri saya bisa seperti ini?” lanjut pak bramantyo
Dokterpun menceritakan semuanya dan menjelaskan apa yang yang telah terjadi,,,
Ya disaat operasi tengah berjalan, tiba2 kondisi Tiara menurun dan akhirnya Tiara harus menghembuskan nafas terakhirnya saat operasi berlangsung,,,
“enggak, tiara bangun sayank” tangis bu Lusi menangisi putri bungsunya
***
Hari ini pemakaman Tiara dilakukan, Mutia masih belum tahu siapa pendonor untuknya,,,
Tangis haru masih dirasakan oleh keluarga Bramantyo, begitu juga keluarga Tiara dipanti,,,
Semua ikut sedih dengan apa yang telah terjadi,,,
Hari ini tepat 3 hari sudah pasca operasi, dan hari ini perban yang menutupi mata mutia akan dibuka,,,
Perlahan namun pasti, perban tersebut terbuka,,,
“buka mata kamu perlahan2” ucap dokter
Perlahan dan perlahan akhirnya mata Mutia terbuka, dilihatnya kiri kanan,,,
“ma pa, mutia bisa lihat lagi” ucap Mutia senang
“Terima kasih Tuhan, kau telah mengembalikan penglihatan putri hamba” saru pak bramantyo
Saat Mutia tengah berbahagia, mutia melihat wajah kedua orang tuannya yang masih memancarkan kesedihan
“pa ma, papa sama mama kok kayak enggak seneng gitu Mutia bisa lihat lagi” ucap Mutia
“enggak sayank, papa sama mama seneng Mutia bisa melihat lagi” ucap pak Bramantyo
“pa mutia tahu kalau papa enggak seneng, kenapa pa? Apa papa sama mama udah enggak sayang lagi sama Mutia?” ucap Mutia
“sayang papa sama mama sayang banget sama Mutia” ucap bu Lusi
“terus kenapa?” ucap Mutia melihat sekitarnya
“apa karena Tiara enggak ada? “ ucap Mutia yang memang dia tak melihat tiara
Semuanya hanya terdiam
“jawab, papa sama mama lebih sayang sama Tiara” seru mutia
“cukup Tia, jangan kamu bicara yang enggak2 tantang adik kamu” ucap pak bramantyo
“kenapa? Sampai kapan papa akan membanggakan gadis itu” ucap mutia marah
“sampai papa menyusul Ara, papa akan tetap bengga dengan dia” ucap pak bramantyo menangis
“mutia, seharusnya kamu berterima kasih sama adik kamu” sahut dokter
“kenapa sih semua harus Tiara2 dan Tiara” ucap mutia kesal
“Cukup Tia, tanpa ketulusan adik kamu, enggak mungkin kamu melihat lagi” ucap bu Lusi yang mulai habis kesabaran
“maksud mama?” tanya mutia
“mutia, tiaralah yang sudah mendonorkan matanya untuk kamu, dia rela kehilangan nyawanya asal kamu dapat melihat lagi” jawab dokter
“jadi tiara.....” ucap mutia menangis
“kamu sekarang baru sadar Tia kalau ara begitu Tulus sayang sama kamu” ucap pak bramantyo
“Araa,, ma’afkan aku” tangis mutia menyesal
“ini ada surat untuk kamu dan keluarga kamu mutia” ucap dokter memberikan secarik kertas
Dear my sister,,,
Ka Tia ma’afkan Ara yang sudah mengambil kasih sayang papa dan mama, Ara tak pernah bermaksud untuk merebut mereka dari kak Tia,
Ara senang waktu itu ara diangkat sebagai bagian dari keluarga Bramantyo, apalagi Ara tahu kalau Ara punya saudara kayak Kak Tia,
Bahkan kebahagian Ara bertambah ketika Ara benar2 anak kandung Bramantyo, itu artinya Ara adalah adik kandung kak Tia,
Itu adalah kebahagian yang Ara rindukan selama bertahun2 kak,
Tapi Ara nyesel karena Ara telah membuat Kak Tia sedih dan marah akan kehadiran Ara ditengah2 kalian,
Maka Ara memutuskan untuk pergi dari kehidupan kalian, tapi Ara merasa begitu tak tahu terima kasih kalau Ara tiba2 pergi gitu aja tanpa membalas kebaikan kak Tia dan papa sama mama,
Semoga dengan apa yang Ara lakukan untuk terakhir kalinya bisa membuat kak Tia mema’afkan Ara dan mengakui Ara adik kak Tia,
Ara akan selalu ada dihati kak Tia, papa sama mama,
Terima kasih buat kalian semua, karena telah menjadi keluarga dan memberikan kasih sayang yang selama hidup Ara begitu Ara rindukan,
Ara sayang kak Tia, papa sama mama,
Selamat tinggal,
Tiara
“Tiara adik Kak Mutia, sampai kapanpun Ara tetap adik kak Tia” ucap Mutia menangis
“terima kasih kak Tia, Ara sayank kalian” ucap Ara yang hadir ditengah2 mereka dengan berupa bayangan
Bayangan Ara tersenyum dan menghilang,,,
THE END
“ayo sayang masuk” ucap Ibu Bramantyo, Lusi
Tiara hanya tersenyum dan mengikuti langkah kedua orang tua barunya,,,
“Ara ini kamar kamu sayank” ucap bu Lusi yang menunjukan kamar untuk Tiara
“makasih bu” ucap Tiara masih canggung
“Ara kok panggil bu sih, kamu panggil kita papa sama mama” ucap pak bramantyo
“iya pa ma” ucap Tiara tersenyum
“ya udah Ara istirahat aja, nanti mama kenalkan sama saudara kamu ya” ucap bu Lusi
Tiara hanya mengangguk
Malam harinya semua tengah berkumpul dimeja makan, termasuk Tiara
“bi tolong panggilkan Mutia ya” ucap pak bramantyo
“baik tuan” ucap bibi
“Non, non Tia ditunggu ibu sama bapak dimeja makan” ucap bibi
“Iya bi, sebentar” teriak Mutia
Tak lama kemudian, seorang gadis dengan memakai baju yang tergolong sexy menuruni anak tangga dengan badan meliuk2 bak seorang model,,,
“malem ma pa” sapa Mutia mencium kedua pipi orang tuannya
“malam sayank” balas bu Lusi
“siapa dia? Kenapa dia duduk disini?” tanya mutia menatap tajam kearah Tiara
“kenalin sayank ini Tiara, disaudara baru kamu” ucap pak Bramantyo
“What? Gadis kampung ini jadi saudara Tia? Enggak salah” ucap Mutia mengejek
“Mutia jaga bicara kamu” seru pak bramantyo
“papa apa2an sih? Ngapain juga bawa gadis kampung kerumah kita” ucap Mutia sombong
“cukup Tia, dia sekarang jadi adik kamu jadi jaga bicara kamu” seru bu Lusi
“iuuhh, sorry pa gak level banget sih” ucap Mutia mengejek dan langsung pergi
“Mutia,,,Mutia” teriak pak bramantyo namun tak dihiraukan oleh Mutia
“pa ma, apa yang dikatakan kak mutia ada benarnya” ucap Tiara yang mendongakan wajahnya karena sebelumnya dia hanya menunduk
“ara hanya gadis kampung yang enggak pantas ada dirumah sebesar dan semewah ini” lanjut ara
“sayank kamu anak papa dan mama, jadi kamu pantas disini” ucap pak bramantyo mantap
***
Sudah hampir 1 bulan Tiara menyandang status anak keluarga Bramantyo..
Selama itu juga dia selalu mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari saudaranya Mutia,,,
Sikap mutia tak pernah berubah malah sikapnya terhadap Tiara semakin menjadi, meski sudah diperingatkan berkali2 oleh kedua orang tuannya tak pernah didengar oleh Mutia,,,
Seperti pagi ini, saat semua dimeja makan dan seperti biasa Mutia tak pernah mau dekat dengan Tiara,,,
“pa ma Tia berangkat dulu ya” pamit Mutia
“Tia sekalian kamu bareng sama Ara” seru pak Bramantyo
“Papa” ucap mutia protes
“udah jangan banyak protes, Ara kamu bareng tia saja kekampusnya” ucap pak bramantyo
“ara bisa berangkat sendiri kok pa, biar kak tia berangkat dulu aja” ucap Tiara manis
“bagus deh kalau loe nyadar, papa denger sendirikan dia bisa berangkat sendiri” ucap Mutia
“enggak, ara kamu bareng sama mutia” ucap pak bramantyo
“iihh ngeselin banget sih” gerutu Mutia
“ya udah yuk berangkat jangan lelet” ucap Mutia kesal
“pa ma ara berangkat ya” pamit tiara
“iya sayank, hati2” pesan bu Lusi
“udah deh ayo cepetan, lelet banget sih loe” teriak mutia dari dalam mobil
“ma’af kak” ucap ara
Saat baru beberapa menit mobil mutia berjalan tiba2 berhenti ditengah jalan,,,
“lho kok berhenti kak?” tanya Tiara heran
“gue kan sudah bilang kalau gue enggak mau bareng sama loe” ucap mutia menatap tajam ara
“so loe turun disini” bentak Mutia
Tanpa banyak jawab, akhirnya Tiara turun dari mobil Mutia,,,
Seperti itulah setiap hari yang dilakukan Mutia, berangkat dari rumah bareng pasti ujung2nya diturunkan ditengah jalan,,,
****
Suatu ketika disaat bu Lusi masuk kedalam kamar Tiara dia menemukan sebuah Liontin,,,
“Liontin ini” ucap bu Lusi tak percaya
“Papa,,, papa” teriak bu Lusi keluar dari kamar Tiara
“kenapa ma?” tanya pak Bramantyo menghampiri sang istri
“pa lihat liontin ini” ucap bu lusi memperlihatkan liontin yang ia temukan
“bukannya ini Liontin,,,,,” ucap pak bramantyo menggantungkan kata2nya
“iya pa ini Liontin Tiara anak kita yang hilang 18 tahun lalu” ucap bu Lusi
“jadi Tiara adalah Tiara kita?” tanya pak Bramantyo
Bu lusi hanya mengangguk
FLASH BACK,,,
Disuatu malam ditengah hujan yang begitu lebat, seorang wanita tengah memperjuangkan nyawa melahirkan anaknya,,,
“oek...oek...oek” suara meramaikan malam itu
“selamat bu, putri anda selamat” ucap seorang bidan sambil menggendong seorang bayi cantik
“kamu begitu cantik sayank” ucap bu Lusi
“namanya siapa putri kecil kita ini?” tanya seorang laki2 yng tak lain adalah pak bramantyo
“Tiara, Tiara Keyzha Bramantyo” ucap bu Lusi sambil mengalungkan sebuah liontin dileher sang bayi
Ditengah malam, disaat semua tengah terlelap dan disaat Bayi kecil Tiara tertidur disebuah Box baby,,, tiba2 seorang suster datang dan langsung membawanya lari,,,
Tiara kecil diletakan didepan pintu sebuah panti asuhan oleh suster tersebut,,,
Semenjak itulah Tiara harus terpisah dari keluarganya, hanya karena orang yang tak bertanggung jawab karena ingin menghancurkan kelurga Bramantyo,
Seorang suster yang menjadi suruhan salah satu saingan bisnis pak bramantyo...
***
“sayank kamu anak kandung papa dan mama” ucap bu Lusi memeluk Tiara
Saat itu pak bramantyo dan sang istri menemui tiara yang ada diruang tengah
“enggak,,, enggak mungkin” seru Mutia yang mendengar semuanya
“Tia, Ara ini adik kandung kamu yang telah hilang sayank” ucap pak Bramntyo
“enggak pa, tia enggak mau punya adik kayak dia” ucap Mutia
“ka kenapa kak tia begitu benci dengan Ara?” tanya Tiara yang mulai memberanikan dirinya
“kenapa? Loe masih tanya kenapa?” ucap Mutia marah
“loe tahu karena kehadiran loe dirumah ini papa sama mama lebih sayang sama loe” bentak Mutia
“Tia kamu ngomong apa sayank? Papa sama mama sayang sama kalian berdua” ucap bu Lusi
“kak ma’afin ara kalau emang Ara udah buat kak Tia kehilangan kasih sayang papa sama mama” ucap Ara yang akhirnya meneteskan Air matany
“halah enggak perlu deh loe nangis, gue udah benci sama loe” bentak Mutia
“Mutia cukup” bentak pak Bramantyo
“kenapa? Papa mau marah sama tia?” tanya mutia menangis
“papa sama mama berubah setelah kehadiran Tiara disini” ucap Mutia
“sayank papa sama mama enggak pernah berubah, kita tetep sayang sama Mutia” ucap bu Lusi
“papa sama mama lebih sayang Tiara dari pada Mutia” ucap Mutia dalam tangisnya
“Ka ma’afin Ara, Ara enggak bermaksud buat.....” ucap Tiara terpotong
“halah loe enggak usah sok baik didepan gue” bentak Mutia
“denger lo Tiara, sampai kapanpun gue akan benci sama loe” bentak Mutia menatap Tiara
“Mutia,,, (PLAAAK)” sbuah tamparan mendarat dipipi mulus Mutia
“papa” seru Bu Lusi
“seumur2 baru kali ini Tia ditampar oleh papa, hanya keran dia” ucap Mutia menunjuk Tiara
“Tiara adik kandung kamu Tia, apa kamu harus seperti itu” bentak pak Bramantyo
“Puas kamu Tiara? Puas kamu dibela mati2an sama papa” ucap Mutia tak terima
“kak” ucap Tiara sedih
“Cukup,,, aku bukan kaka kamu” bentak Mutia
“Mutia” seru pak bramantyo dan hendak menampar kembali Mutia
“apa pa? Papa mau nampar Tia lagi? Iya” teriak mutia
“Mutia benci sama kalian semua” ucap Mutia dan langsung berlari keluar
“mutia tunggu” teriak bu Lusi
“kak Tia” panggil Tiara mengejar Mutia
“aku benci papa, aku benci mama, aku benci kalian semua” ucap mutia sambil berlari
“kak tunggu” panggil Tiara yang masih mengejar Mutia diikuti oleh bu Lusi dan Pak Bramantyo
Saat mutia masih berlari dan menyebrang jalan, tiba2 ada sebuah mobil melintas dan,,,
“Kak Tia awaaaaassss” teriak Tiara
“aaaaaaaa” jerit Mutia dan langsung terlempar jauh
“Mutiiiaaa” teriak bu Lusi dan pak bramantyo
Tubuh mutia tergeletak dengan berlumuran darah
“kak bangun ka” ucap Tiara menangis
“sayank bangun” ucap bu Lusi
Mutia pun langsung dilarikan dirumah sakit,,,
Dengan cepat beberapa dokter dan suster menangani Mutia,,,
1jam,,,
2jam,,,
3jam,,,
4jam,,, dokter tak kunjung keluar, kedua orang tua Mutia dan juga Tiara dengan cemas menunggu didepan ruang UGD,,,
“ya Tuhan, selamatkan kak Mutia” ucap Tiara menangis
“sayank kamu yang kuat ya” ucap pak bramantyo menenangkan putri bungsunya
“pa ini salah Ara, coba Ara enggak hadir ditengah2 kalian” ucap Tiara
“sssstttt Ara anak papa, Ara enggak boleh ngomong kayak gitu” ucap pak Bramantyo
“tapi pa,,,,,” ucap Tiara terpotong
“Ara ini semua sudah kehendak Tuhan, ada hikmah dibalik musibah ini” ucap pak bramantyo
“iya sayank, Tuhan sudah menyediakan rencana yang terindah buat keluarga kita” sambung bu Lusi
Tak lama kemudian pintu UGD terbuka, seorang dokter keluarg dari UGD,,,
“dok gimana keadaan putri saya?” tanya pak bramantyo
“ma’af pak, akibat dari benturan yang dialami putri anda saat kecelakaan membuat putri anda harus BUTA” ucap dokter
“apa dok Buta” ucap Tiara tak percaya
“iya, akibat benturan yang dialaminya membuat kornea matanya rusak” jawab dokter
“dok tolong sembuhkan putri saya” ucap pak bramantyo
“ma’af pak, kebutaan putri anda bersifat permanent karena kornea matany rusak parah” jawab dokter
“apa tidak ada jalan lain dok?” tanya bu lusi
“belum kita ketehui bu, setelah putri anda sadar kita akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut” jelas dokter
***
“ma, pa, kok gelap” ucap Mutia saat ia tersadar
“sayank ini mama” ucap bu Lusi menangis
“ma lampunya nyalain donk, mutia enggak bisa lihat” ucap mutia ketakutan
“sayank disini terang banget, enggak gelap” ucap pak bramantyo
“tapi ini gelap pa, mutia enggak bisa lihat” seru mutia
Semua hanya terdiam sambil menangis melihat nasib mutia
“pa ma jangan bilang kalau mutia buta” tangis mutia
“sayank kamu akan sembuh” ucap bu Lusi
“enggak,,, mutia enggak mau buta pa ma” teriak mutia
Tiara yang sedari tadi diam melihat sang kaka histeris memutuskan untk keluar,,,
“Ya Tuhan, kenapa ini harus terjadi dengan kak Mutia” seru Tiara terduduk didepan pintu
“ampuni kesalahan kakak hamba, jangan biarkan dia menderita dalam kegelapan” tangis tiara
Hari ini telah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut atas kondisi mata Mutia,,,
“dok bagaimana keadaan anak saya? Dia masih bisa sembuhkan?” tanya pak bramantyo saat bertemu dengan dokter
“seperti yang pernah saya katakan dari pertama pak, kebutaan ini bersifat permanent karena kerusakan kornea mata putri anda” jelas dokter
“apa tidak ada jalan lain?” tanya oak bramantyo
“hanya ada 1 jalan pak untuk mengembalikan penglihatan putri anda” jawab dokter
“apa itu dok?” tanya pak bramantyo
“dengan operasi pencangkokan kornea mata” ucap dokter
“lakukan apapun dok untuk menyelamatkan putri saya” ucap pak bramantyo
“ini yang sulit pak, tidak sembarang kornea mata yang dapat didonorkan” ucap dokter
“terus?” tanya pak bramantyo
“kornea mata yang benar2 cocok pak, apalagi kerusakan yang dialami oleh putri anda begitu parah jadi sangat berbahaya jika kita sedikit saja salah memilih kornea mata” jelas dokter
Pak bramantyo kembali keruangan Mutia dan menjelaskan semuanya apa yang terjadi,
“pa tia enggak mau buta” tangis mutia
“iya sayank, papa janji papa akan berusaha untuk mencari donor mata buat kamu” ucap pak bramantyo
Tiara yang mendengarnya langsung keluar dan langsung menuju ruangan dokter yang menangani Mutia,,,
“dok, saya mau mendonorkan mata saya untuk kaka saya” ucap tiara saat bertemu dengan sang dokter
“dek, yang dapat mendonorkan kornea mata itu hanya orang2 yang sudah meninggal atau orang2 yang sudah dalam kondisi akhir” ucap dokter
“dok saya mohon, saya bersedia” ucap tiara kekeh
“ma’af kami enggak bisa, itu sangat berbahaya buat nyawa kamu” ucap tiara
“saya mohon dok, saya rela nyawa saya harus jadi taruhannya, asal kaka saya bisa melihat” ucap tiara
Setelah berdebat cukup lama, dengan berat hati dokter menuruti keinginan tiara,,,
“lebih baik kamu fikirkan kembali keputusan kamu” ucap dokter
“saya sudah yakin dok” ucap tiara mantap
“oke kapan kamu siapa melakukan pemeriksaan?” tanya dokter
“sekarang dok” ucap tiara
“begitu mulia hati gadis ini, dia rela nyawanya menjadi taruhan demi sang kakak” ucap dokter dalam hati
Akhirnya hari itu Tiara mengikuti serangkaian pemeriksaan, dan hasilnya positif,,,
Keesokan harinya operasipun dilakukan, kedua orang tua Mutia dan Tiara masih belum tahu kalau Tiaralah yang mendonorkan matanya,,,
“pa, Tiara kemana ya?” tanya bu lusi saat tengah berdiri didepan ruang operasi
“iya2 ma, papa belum lihat tiara” jawab pak bramantyo
Merekapun dibuat cemas dua kali lipat,,,
Setelah beberapa jam operasi akhirnya selesai,,,
Mutia langsung dipindahkan keruang VVIP untuk pemulihan,
“pak bu ada yang mau saya bicarakan” ucap dokter saat didalam ruangan VVIP
“ada apa dok?” tanya pak bramantyo
“bisakah anda berdua ikut saya?” ucap dokter
Akhirnya Pak Bramantyo dan bu Lusi mengikuti langkah sang dokter,,,
“mau apa dok kita kesini?” tanya pak bramantyo saat mereka berhenti didepan ruang mayat
“mari pak masuk” ajak dokter
Dengan rasa bingung dan penasaran akhirnya mereka masuk kedalam,,,
“ini siapa dok?” tanya bu Lusi saat dokter berhenti didepan sebuah mayat tertutup kain putih
Dokter perlahan membuka kain tersebut dan betapa terkejutnya pak bramantyo dan bu Lusi saat melihat mayat tersebut adalah putri bungsungnya Tiara,,,
“Tiaraa” teriak bu Lusi
“tiara bangun sayang, jangan tinggalin mama” ucap bu Lusi histeris
“dok apa yang sebenarnya terjadi?” tanya pak bramantyo
“kenapa putri saya bisa seperti ini?” lanjut pak bramantyo
Dokterpun menceritakan semuanya dan menjelaskan apa yang yang telah terjadi,,,
Ya disaat operasi tengah berjalan, tiba2 kondisi Tiara menurun dan akhirnya Tiara harus menghembuskan nafas terakhirnya saat operasi berlangsung,,,
“enggak, tiara bangun sayank” tangis bu Lusi menangisi putri bungsunya
***
Hari ini pemakaman Tiara dilakukan, Mutia masih belum tahu siapa pendonor untuknya,,,
Tangis haru masih dirasakan oleh keluarga Bramantyo, begitu juga keluarga Tiara dipanti,,,
Semua ikut sedih dengan apa yang telah terjadi,,,
Hari ini tepat 3 hari sudah pasca operasi, dan hari ini perban yang menutupi mata mutia akan dibuka,,,
Perlahan namun pasti, perban tersebut terbuka,,,
“buka mata kamu perlahan2” ucap dokter
Perlahan dan perlahan akhirnya mata Mutia terbuka, dilihatnya kiri kanan,,,
“ma pa, mutia bisa lihat lagi” ucap Mutia senang
“Terima kasih Tuhan, kau telah mengembalikan penglihatan putri hamba” saru pak bramantyo
Saat Mutia tengah berbahagia, mutia melihat wajah kedua orang tuannya yang masih memancarkan kesedihan
“pa ma, papa sama mama kok kayak enggak seneng gitu Mutia bisa lihat lagi” ucap Mutia
“enggak sayank, papa sama mama seneng Mutia bisa melihat lagi” ucap pak Bramantyo
“pa mutia tahu kalau papa enggak seneng, kenapa pa? Apa papa sama mama udah enggak sayang lagi sama Mutia?” ucap Mutia
“sayang papa sama mama sayang banget sama Mutia” ucap bu Lusi
“terus kenapa?” ucap Mutia melihat sekitarnya
“apa karena Tiara enggak ada? “ ucap Mutia yang memang dia tak melihat tiara
Semuanya hanya terdiam
“jawab, papa sama mama lebih sayang sama Tiara” seru mutia
“cukup Tia, jangan kamu bicara yang enggak2 tantang adik kamu” ucap pak bramantyo
“kenapa? Sampai kapan papa akan membanggakan gadis itu” ucap mutia marah
“sampai papa menyusul Ara, papa akan tetap bengga dengan dia” ucap pak bramantyo menangis
“mutia, seharusnya kamu berterima kasih sama adik kamu” sahut dokter
“kenapa sih semua harus Tiara2 dan Tiara” ucap mutia kesal
“Cukup Tia, tanpa ketulusan adik kamu, enggak mungkin kamu melihat lagi” ucap bu Lusi yang mulai habis kesabaran
“maksud mama?” tanya mutia
“mutia, tiaralah yang sudah mendonorkan matanya untuk kamu, dia rela kehilangan nyawanya asal kamu dapat melihat lagi” jawab dokter
“jadi tiara.....” ucap mutia menangis
“kamu sekarang baru sadar Tia kalau ara begitu Tulus sayang sama kamu” ucap pak bramantyo
“Araa,, ma’afkan aku” tangis mutia menyesal
“ini ada surat untuk kamu dan keluarga kamu mutia” ucap dokter memberikan secarik kertas
Dear my sister,,,
Ka Tia ma’afkan Ara yang sudah mengambil kasih sayang papa dan mama, Ara tak pernah bermaksud untuk merebut mereka dari kak Tia,
Ara senang waktu itu ara diangkat sebagai bagian dari keluarga Bramantyo, apalagi Ara tahu kalau Ara punya saudara kayak Kak Tia,
Bahkan kebahagian Ara bertambah ketika Ara benar2 anak kandung Bramantyo, itu artinya Ara adalah adik kandung kak Tia,
Itu adalah kebahagian yang Ara rindukan selama bertahun2 kak,
Tapi Ara nyesel karena Ara telah membuat Kak Tia sedih dan marah akan kehadiran Ara ditengah2 kalian,
Maka Ara memutuskan untuk pergi dari kehidupan kalian, tapi Ara merasa begitu tak tahu terima kasih kalau Ara tiba2 pergi gitu aja tanpa membalas kebaikan kak Tia dan papa sama mama,
Semoga dengan apa yang Ara lakukan untuk terakhir kalinya bisa membuat kak Tia mema’afkan Ara dan mengakui Ara adik kak Tia,
Ara akan selalu ada dihati kak Tia, papa sama mama,
Terima kasih buat kalian semua, karena telah menjadi keluarga dan memberikan kasih sayang yang selama hidup Ara begitu Ara rindukan,
Ara sayang kak Tia, papa sama mama,
Selamat tinggal,
Tiara
“Tiara adik Kak Mutia, sampai kapanpun Ara tetap adik kak Tia” ucap Mutia menangis
“terima kasih kak Tia, Ara sayank kalian” ucap Ara yang hadir ditengah2 mereka dengan berupa bayangan
Bayangan Ara tersenyum dan menghilang,,,
THE END
PROFIL PENULIS
Nama : Novi ratnasari
Tgl lahir : 28-Maret-1996
Alamat fb : facebook.com/noviansgloria.victorya
Tgl lahir : 28-Maret-1996
Alamat fb : facebook.com/noviansgloria.victorya
DMCA Protection on: http://www.lokerseni.web.id/2012/11/cerpen-keluarga-ketulusan-tiara.html#ixzz2HaAkdz41
http://www.lokerseni.web.id/2012/11/cerpen-keluarga-ketulusan-tiara.html
Kamis, 18 Oktober 2012
kebudayaan korea
KEBUDAYAAN KOREA
1.
Tentang Korea dan Sejarah Singkatnya.
Nama
asli Negara korea adalah Taehan Min’Guk dengan luas wilayah 98.400 km² dan
jumlah penduduk sebanyak 48.289.037 jiwa. Bentuk Negara republic dengan kepala
Negara Presiden, kepala pemerintahan perdana menteri, dan system pemerintahan
presidensial terpusat. Ibu kota Korea Selatan adalah Seoul, dengan bahasa
nasional Korea dan mata uang Korsel adalah Won. Kebanyakan penduduk Korea
beragama Kristen, Buddha, dan Chongogyoisme. Lagu kebangsaan Korea Selatan
adalah Aegukga.
Sejarah awal Korea berkisar di sekitar kerajaan kuno Choson yang muncul sekitar
2.300 tahun sebelum Masehi. Pada sekitar abad ke-2 sebelum Masehi, bangsa Cina
mendirikan koloni di daerah kerajaan tersebut. Namun, lima abad kemudian,
bangsa Korea mengusir mereka keluar. Sejak itu, muncul sebuah kerajaan, yaitu
kerajaan Silla. Kerajaan Silla (668 – 935) membawa puncak ilmu pengetahuan dan
budaya yang besar. Akibat adanya kerusuhan yang terjadi di dalam negeri pada
abad ke 10, dinasti Silla jatuh dan digantikan oleh dinasti Koryo. Selama
periode kepemimpinan dinasti Koryo (935 – 1392), Korea mengalami banyak
serbuan. Tentara Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan menyerbu dan akhirnya
menguasai Korea sehingga Korea menjadi bagian kekaisaran Mongol.
Setelah
runtuhnya Mongol pada akhir abad ke-14, berbagai golongan bangsawan dan militer
berusaha memegang kekuasaan di Korea . Akhirnya, seorang jenderal yang bernama
Yi Sung-Gy menghilangkan pemerintahan yang korup dan mendirikan dinasti Yi
(1392 – 1910). Kongfucuisme diperkenalkan sebagai agama resmi. Reformasi
politik dan social dimulai. Ibu kota negara dipindahkan dari Kaesong ke Seoul .
Namun, Korea masih tetap terancam oleh Cina dan Jepang. Kedua negara tersebut
ingin menguasai Korea untuk memperluas wilayah mereka. Setelah serangan yang
gagal dari kepang pada tahun 1592 – 1598, Korea jatuh di bawah kekuasaan Manchu
dari utara. Beberapa abad berikutnya, Korea menutup diri dari pergaulan dunia
menjadi negara pertapa. Pada tahun 1800-an, Rusia, Jepang, dan Cina bersaing
untuk menguasai Korea . Setelah perang Rusia – Jepang pada tahun 1904 – 1905,
Jepang bergerak ke semenanjung Korea dan mendudukinya pada tahun 1910. Pada
tahun 1919, penduduk Korea mengadakan demonstrasi secara damai karena
menginginkan kemerdekaan. Akan tetapi, polisi Jepang membubarkannya, malah ada
yang dibunuh dalam aksi tersebut.
Pada
tahun 1945, di akhir perang dunia II, tentara Uni Soviet menduduki bagian utara
Korea sedangkan tentara Amerika di bagian selatan. Setelah membuat suatu
perjanjian, Korea dibagi sejajar dengan garis lintang 38˚. Pada bagian selatan
berdirilah Republik Korea , sedangkan di daerah utara didirikan Republik
Demokratik Rakyat Komunis. Pada tanggal 25 Juni 1950, tentara Korea Utara
menyerang Korea Selatan dalam upaya menyatukan Korea dibawah kekuasaan komunis.
Korea Utara yang memakai persenjataan yang disediakan oleh Uni Soviet menang
atas Korea Selatan. Akan tetapi, atas bantuan PBB, Korea Selatan diselamatkan
atas kekalahan dan pertempuran pun diakhiri dengan gencatan senjata pada bulan
Juli 1953. Sejak saat itu, berbagai perundingan yang dilakukan untuk menyatukan
Korea selalu gagal.
2.
Keadaan social budaya Korea Selatan
a)
Budaya Perkawinan
Kebudayaan
garis keluarga di Korea adalah berdasarkan atas sistem Patrilinial. Pria
memegang peranan penting dalam kesejahteraan keluarga dan diwajibkan untuk
bekerja. Wanita diperbolehkan untuk bekerja hanya kalau diperbolehkan oleh
suami atau jika hasil kerja suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan
keluarga. Tugas utama wanita adalah untuk mengasuh anak dan menjaga rumah.
Budaya
perkawinan Korea sangat menghormati kesetiaan. Para janda, jika suami mereka
mati muda, tidak dizinkan menikah lagi dan harus mengabdikan hidupnya untuk
melayani orang tua dari suaminya. Begitu juga yang terjadi pada seorang duda
yang harus melayani orang tua dari istrinya walaupun istrinya tersebut mati
muda.
b)
Budaya dalam hal keturunan
Dalam
budaya Korea , keturunan atau anak dianggap sebagai sebuah anugerah yang amat
besar dari Tuhan. Oleh karena itu, setiap keluarga disarankan untuk memiliki
paling tidak seorang keturunan. Oleh karena budaya yang amat menghormati
anugerah Tuhan tersebut, aborsi yang bersifat sengaja akan diberikan hukuman
yang amat berat secara adapt, yaitu hukuman mati kepada sang Ibu dan orang lain
yang mungkin terlibat di dalamnya, seperti suaminya (jika suaminya yang
memaksa), dokter (jika dokter yang memberikan sarana untuk aborsi), dan
lain-lain. Akan tetapi, secara hukum, tidak akan diadakan hukuman mati. Hukuman
mati biasanya hanya dilaksanakan di daerah pedalaman Korea di mana adat masih
berpengaruh secara kuat.
Pembagian
harta warisan dalam budaya ini amatlah adil. Tanpa memperdulikan jenis kelamin,
keturunan dari seseorang akan mendapatkan pembagian harta dengan jumlah yang
sama dengan saudara-saudaranya. Akan tetapi, dalam prakteknya ini tidak selalu
terjadi. Kebanyakan orang tua menyisihkan lebih banyak harta warisan kepada
anak tertua mereka.
c)
Budaya Makanan
Dalam
budaya Korea , ada satu makanan khas yang memiliki suatu arti yang tidak
dimiliki oleh makanan lainnya. Makanan ini disebutkimchi. Di setiap
session makanan, ketidakberadaan kimchi akan memberikan kesan tidak lengkap.
Kimchi adalah suatu makanan yang biasanya merupakan sayuran yang rendah kalori
dengan kadar serat yang tinggi (misalnya bawang, kacang panjang, selada, dan
lain-lain) yang dimasak sedemikian rupa dengan bumbu dan rempah-rempah sehingga
menghasilkan rasa yang unik dan biasanya pedas. Dalam kenyataannya (menurut
hasil penelitian kesehatan WHO), jenis-jenis kimchi memiliki total gizi yang
jauh lebih tinggi dari buah manapun.
Hal
yang membuat kimchi menjadi makanan yang spesial ada banyak faktornya. Faktor
pertama adalah pembuatannya. Kimchi (dalam hal ini adalah kimchi yang
dihidangkan untuk acara-acara spesial, bukan kimchi untuk acara makan biasa dan
sehari-hari) dibuat oleh wanita dari keluarga bersangkutan yang mengadakan
acara tersebut dan hanya bisa dibuat pada hari di mana acara tersebut
dilaksanakan. Semakin banyak wanita yang turut membantu dalam pembuatan kimchi
ini, semakin “bermakna” pula kimchi tersebut. Kimchi juga merupakan faktor
penentu kepintaran atau kehebatan seorang wanita dalam memasak. Konon katanya,
jika seorang wanita mampu membuat kimchi yang enak, tidak diragukan lagi
kemampuan wanita tersebut dalam memasak makanan lain. Faktor ketiga adalah asal
mula kimchi. Kimchi pada awalnya dibuat oleh permaisuri dari Raja Sejong
sebagai hidangan untuk perayaan Sesi.
d) Kebiasaan
/ Tradisi, Kesenian, dan Bahasa Korea Selatan
Ada
sebuah tradisi / kebiasaan yang cukup terkenal di Korea. Tradisi ini dinamakan
“sesi custom”. Tradisi sesi dilaksanakan sekali setiap tahun. Sesi adalah
sebuah tradisi untuk mengakselerasikan ritme dari sebuah lingkaran kehidupan
tahunan sehingga seseorang dapat lebih maju di lingkaran kehidupan tahun
berikutnya. Tradisi sesi dilaksanakan berdasarkan kalender bulan (Lunar
Calender). Matahari, menurut adat Korea , tidak menunjukkan suatu karakteristik
musiman. Akan tetapi, Bulan menunjukkan suatu perbedaan melalui perubahan fase
bulan. Oleh karena itu, lebih mudah membedakan adanya perubahan musim atau
waktu melalui fase bulan yang dilihat.
Dalam
tradisi sesi, ada lima dewa yang disembah, yaituirwolseongsin (dewa
matahari bulan dan bintang), sancheonsin(dewa gunung dan
sungai), yongwangsin (raja naga), seonangsin(dewa
kekuasaan), dan gasin (dewa rumah). Kelima dewa ini disembah
karena dianggap dapat mengubah nasib dan keberuntungan seseorang. Pada hari di
mana sesi dilaksanakan, akan diadakan sebuah acara makan malam antar sesama
keluarga yang pertalian darahnya dekat (orang tua dengan anaknya). Acara makan
wajib diawali dengan kimchi dan lalu dilanjutkan dengan
“complete food session”.
Ada
juga mitos lain dalam memperoleh keberuntungan menurut tradisi Korea, antara
lain “nut cracking” yaitu memecahkan kulit kacang-kacangan yang keras pada
malam purnama pertama tahun baru, “treading on the bridge” yaitu berjalan
dengan sangat santai melewati jembatan di bawah bulan purnama pada malam
purnama pertama tahun baru yang katanya dapat membuat kaki kita kuat sepanjang
tahun, dan “hanging a lucky rice scoop” yaitu menggantungkan skop (sendok)
pengambil nasi di sebuah jendela yang katanya akan memberi beras yang melimpah
sepanjang tahun.
Kesenian
tradisional di Korea, dalam hal ini musik dan tarian, diperuntukkan khusus
sebagai suatu bagian dalam penyembahan “ lima dewa”. Ada beberapa alat musik
tradisional yang digunakan, misalnya hyeonhakgeum (sejenis
alat musik berwarna hitam yang bentuknya seperti pipa dengan tujuh buah senar)
dan gayageum(alat musik mirip hyeonhakgum tetapi
bentuk, struktur, corak, dan cara memainkannya berbeda dan memiliki dua belas
buah senar). Tarian tradisional yang cukup terkenal di Korea antara laincheoyongmu (tarian
topeng), hakchum (tarian perang), danchunaengjeon (tarian
musim semi). Tarian chunaengjeon ditarikan sebagai tanda
terima kasih kepada dewa irwolseongsin dan dewasancheonsin atas
panen yang berhasil.
Bahasa
yang digunakan di Korea adalah bahasa Korea . Penulisan bahasa Korea dinamakan
Hangeul. Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong pada abad ke 15. Hangeul terdiri
dari 10 huruf vokal dan 14 konsonan yang bisa dikombinasikan menjadi banyak
sekali huruf-huruf dalam bahasa Korea. Hangeul sangat mudah dibaca dan
dipelajari. Hangeul juga dianggap sebagai bahasa tulisan yang paling sistematik
dan scientific di dunia.
Langganan:
Postingan (Atom)